skip to main |
skip to sidebar
Dia
yang kamu sebut-sebut sempurna, Dia yang kamu bilang segalanya, tapi
akhirnya dia pula yang membuatmu meneteskan air mata. Bukan dia yang
terima kamu apa adanya, bukan dia yang selalu ada.
Apa pundaknya sekuat aku, yang menampung keluh kesahmu. Apa bahagianya sesederhana aku, melihat senyummu.
Apa kau tahu serapuh apa hati ku?
haah hari demi hari aku lewati dengan benci. Aku benci keadaan ini,
disaat aku tak bisa berbuat apa-apa lagi untuk kamu yang sudah orang
lain miliki.
Harusnya aku yang mengusap air mata, harusnya aku yang
ada disana. Meski semuanya sudah terlambat tapi Aku Yang Lebih Sayang
Kamu dan kenyataannya meski tak pernah memiliki, merelakan mu tetap saja
menyakitkan hati.
0 komentar:
Posting Komentar